Kamis, 09 Juli 2015

Tadabbur Surat Al Qodr



Tadabbur Surat Al- Qodr
 إنَّا أنْزَلْنَاهُ فِي لَيلَةِ الْقَدْرِ 
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
   وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْر                                                                                                  
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ   

4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Didalam ayat ini Allah Ta’ala mensifati turunnya malaikat dekat kata تنزل , sedangkan dalam ayat lain Allah mensifati turunnya malaikat ketika meninggal seorang hambaNya yang sholih dengan kata تتنزل sebagaimana dalam surat Fushilat ayat 30.
 

.   إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

Kemudian apa beda antara 2 kata dalam bahasa arab ini? Padahal artinya sama- sama turun.
Penambahan huruf merupakan penambahan makna dalam bahasa arab, turunnya malaikat pada malam lailatul Qodr adalah turun yang tidak ada pengulangan disetiap malam pada malam- malam lain pada tahun itu, dan tidak ada yang menerupainya.
Sedangkan turunya malaikat maut adalah suatu hal yang terulang setiap saat setiap hari; karena kematian merupakan sunah alam, maka dari itu ada penambahan huruf ta’ didepannya yang artinya pengulangan atau secara terus- menerus.
Dan Allah mendahulukan turunnya Malaikat daripada turunnya Ar Ruh (Jibril), Allah berkalam: “pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril” dan tidak mengatakan “ pada malam itu turun malaikat Jibril dan malaikat- malaikat”, padahal Jibril lebih agung kedudukannya daripada semua malaikat??
Pengakhiran ini menunjukkan akan kemuliaan Jibril as. Seakan- akan para malaikat mengelilingi Jibril seperti             karena ketinggian derajtnya disisi Allah Ta’ala.
( Dengan izin Rabbnya)
Menandakan bahwa para malaikat dan Jibril tidak turun ke Bumi kecuali dengan izin Allah Ta’ala.
Seorang mufassir mengatakan : Sesungguhny a malaikat sangat rindu untuk melihat hamba Allah yang sedang beribadah kepada Allah dengan sholat, puasa, sedekah, dan segala ketaatan lainnya. Mereka ingin mengucapkan salam atas mereka; maka mereka pun meminta izin kepada Allah untuk turun ke Bumi. Ketika Allah mengizinkan maka mereka turun ke bumi secara berkelompok- kelompok hingga penuhlah bumi dengan mereka.
( untuk mengatur segala urusan)
Ayat ini sesuai denan kalam Allah dalam surat Ad Dukhon ayat 4.
  فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أمْرٍ حَكِيْم
"pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."

Para Ulama bersepakat bahwa malaikat turun dengan membawa takdir manusia selama satu tahun ini yang telah tertulis dalam lauh Al Mahfudz, dari rizkinya, kehidupan, kematian, kebahagiaan, maupun kesusahan.
Maka dari itu kita memohon kepada Allah agar pada malam yang penuh barokah ini Allah menuliskan kebahagiaan untuk kita, Aaamiiin.
Para malaikat sangat rindu untuk berjumpa dengan kita dan mengucapkan salam kepada kita, lantas apa yang telah kita siapkan untuk menyambut mereka???
اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
Ya Allah sesungguhnya engkau maha Pemaaf lagi pemurah, menyukai orang- orang yang memaafkan, maka maafkanlah segala kesalahanku..



Rabu, 08 Juli 2015

I'tikaf




Beberapa masalah tentang I’tikaf
Oleh: Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan – hafidzohullah-
I’tikaf adalah ibadah yang agung, sebagaimana kalam Allah kepada Ibrahim dan Ismail as, yang termaktub dalam surat Al Baqoroh ayat:  125
  أن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِيْنَ وَالْعَاكِفِيْنَ وَالرُّكَعِ السُّجُودِ
"Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

 وَلاَ تُبَاشِرُوْهُنَّ وَأَنتُمْ عَكِفُوْنَ فِيْ المَسَاجِدِ
(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid- Al Baqoroh: 187-

Ini adalah sunnah Nabi SAW yang mana beliau ber I’tikaf pada 10 malam pertengahan bulan Ramadhan untuk mencari Lailatul Qodr, kemudian pada akhir hidupnya beliau ber I’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, setelah jelas bahwa Lailatul Qodr terdapat pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, beliaupun mengajak serta istri- istri beliau untuk ber I’tikaf.
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan maksud untuk beribadah kepada Allah saja, dengan sholat, dzikir, membaca Al Qur’an, serta menjauhkan diri dari segala urusan dunia serta membicarakannya didalam masjid.
Ibadah I’tikaf disyariatkan pada setiap waktu, idak harus pada 10 malam terakhir bula Ramadhan, akan tetapi I’tikaf pada malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama.adapun mengkhususkan hari- hari tertentu untuk I”tikaf adalah tidak boleh, seperti mengkhususkan gari arofah untuk ber I’tikaf, dan I’tikaf  harus di masjid- masjid yang didirikan sholat berjama’ah didalamnya. Dan yang lebih utama adalah I’tikaf di 3 masjid- masjid Al Haram, masjid An Nabawi, dan masjid Al Aqsha-.
Adapun kebutuhan orang yang ber I’tikaf untuk membeli makanan via handphone dimasjid apakah tergolong jual beli didalam masjid??
Tidak disebut jual beli jika dia tidak menyebutkan akan membeli berapa rupiah, hanya bilang “ tolong bawakan saya makanan untuk buka, tanpa menanyakan harganya, hal ini tidak mengapa karena kebutuhan darurat.
Dalam I’tikaf tidak ada batas waktu minimum atau maksimum, walaupun Cuma 1 jam tetap terhitung I’tikaf. Dan diapun boleh memilih masjid manapun yang dia sukai.
Waktu I’tikaf dimulai sesuai waktu yang telah dia niatkan, misalnya niat berniat untuk I’tilaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, maka I’tikaf dimulai pada awal malam tanggal 21 Ramadhan dan diakhiri pada akhir bulan. Adapun masalah niat cukuplah didalam hati dan tidak perlu dilafalkan dengan lisan.
Dan diperbolehkannya pindah I’tikaf dari satu masjid ke masjid yang lainnya. Dan diperbolehkannya I’tikaf pada malam hari saja pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, sedangkan malam dimulai sejak tenggelamnya matahari hingga terbitnya fajar.
Adapun hal- hal yang membatalkan I’tikaf adalah jima’ dan murtad- wa na’udzubillah-
Dan I’tikaf disebuah ruangan yang terletak didalam masjid , jika pintunya dan tempat masuknya didalam masjid maka dia terhitung sebagai masjid, adapun jika pintunya diluar masjid maka tidak terhitung sebagai masjid walaupun dia berada dalam komplek masjid.
-Selesai-




Selasa, 07 Juli 2015

Persahabatan



Sahabat adalah kosa kata yang tidaklah asing lagi ditelinga kita, semua orang dari yang muda hingga yang tua mengenal makna sahabat.
“Si A adalah sahabatku”, kata seorang anak sd saat ditanya siapakah teman sekelasnya yang bernama si A yang selalu terlihat bersama- sama .
Kata sahabat merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa arab, ص ح ب  yang artinya menemani dan menyertai. Ya dialah sahabat, orang yang selalu menyertai dan menemani kita dalam segala keadaan, baik lapang maupun sempit.
Dan kata sahabat pun sudah popular sejak zaman nabi; yang mana nabi saw mempunyai banyak sahabat yang setia menyertai dan mengikuti petunjuk beliau.  Beliaupun menganjurkan kita untuk selalu bersahabat dengan orang baik, ahli ibadah, yang taat kepada perintah Allah, serta menjauhi sahabat yang buruk dan ahli maksiat yang akan berpengaruh terhadap keselamatan kita baik di dunia maupun di akhirat dan hanya orang muslim saja yang disebut sebagai sahabat beliau . Seorang sahabat adalah cerminan dari sahabatnya, jika kita ingin mengetahui seseorang maka kita dapat melihat siapa saja sahabatnya yang selalu bersamanya.
Ingatkah kita akan cerita Uqbah bin Abi Mu’ith salah seorang yang terhormat dikalangan kaum Quroisy. Suatu hari Uqbah bin Abi Mu’ith mengundang seluruh orang terpandang dikalangan quroiys untuk datang kerumahnya, semua tamu undangan hadir kecuali Rosulullah SAW, setelah ditanya kenapa beliau tidak menghadiri undangan? Beliaupun mensyaratkat keislaman Uqbah bin Abi Mu’ith, dan Uqbah bin Abi Mu’ith pun masuk islam sehingga Nabi Muhammad SAW memenuhi undangan Uqbah bin Abi Mu’ith untuk datang kerumahnya. Saat Umayyah bin kholaf yang merupakan sahabatnya mengetahui keislamannya, diapun bertanya: “ kenapa kamu masuk islam?”. “ saya ingin semua orang terhormat dikalangan Quroisy masuk kedalam rumahku”,jawab Uqbah bin Abi Mu’ith. “ kalau begitu aku haramkan perkataanmu dan rumahmu atas diriku sampai kamu kembali kepada agama nenek moyangmu”, kata Umayyah bin Kholaf. Dengan begitu maka keluarlah Uqbah bin Abi Mu’ith dari islam, inilah sahabat…
Beliau juga memberi permisalan bagi sahabat yang baik adalah seperti berada didekat penjual minyak wangi, walaupun kita tidak mendapatkan minyak wanginya tapi kita mendapatkan harumnya minyak wangi tersebut, begitu sebaliknya perumpamaan sahabat yang buruk adalah seperti berada didekat pandai besi, kita kan terkena imbas panas dan bau.
Sebagian besar kita bermudah- mudah dalam hal memilih sahabat dan bergaul dengannya serta  berpikir, tak apalah saya bersahabat dengan ahli maksiat, kan saya sudah besar dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang yang buruk.
Marilah kawan kita menengok sejarah, nabi  Muhammad SAW turun kepadanya wahyu pertama yang menandakan kenabian beliau pada usia 40 tahun. Dan tahukah kawan kisah kematian Abi Tholib paman nabi SAW yang melindungi beliau dari siksaan musyrik quroys dan mendukung dakwah beliau serta mempercayai risalah beliau, dan Nabi SAW pun sangat mengharapkan hidayah turun kepada pamannya. Saat abu tholib sakit sebelum kematiannya, nabi SAW mengunjungi beliau, didapati disamping abu tholib telah ada sahabatnya Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayah, nabi pun terus menyuruh pamannya agar mengucapakan “lailaha illallah “sebuah kalimat yang dapat menjadi hujjah agar membebaskan abu tholib dari siksa Allah, tapi sahabat Abu Tholib tak mau kalah dengan mengatakan “ apakah kamu akan ingkar kepada keyakinan Abdul Mutholib?”. Dan akhirnya Abu Tholib pun meninggal dan dia tetap berada dalam kemusyrikan. Inilah sahabat, ..
Ingatkah kita akan perkataan Imam Ahmad bin Hambal: janganlah bersama ahli maksiat, karena bisa jadi adzab Allah turun kepada mereka dan kamu berada diantara mereka, dan hanya bersama ahli maksiat adalah sebuah kemaksiatan kalau niatnya bukan untuk mendakwahi mereka .  Seorang pemuda mengunjungi sahabatnya yang ia ketahui sebagai pecandu narkoba, saat sampai di rumahnya didapati sahabatnya  sedang pesta narkoba bersama kawan- kawannya yang lain, tidak lama kemudian  tiba- tiba polisi menggrebek dan menangkap mereka, dan pemuda malang yang baik hati ini pun ikut tertangkap dan  dipenjara,  dibebaskan  3 hari kemudian  setelah diketahui bahwa dia tidak termasuk yang mengkonsumsi narkoba. Selama dalam penjara dia pun menyesali kenapa tetap berteman dengan ahli maksiat? Sehingga dia terkena hukuman dengan dipenjara selama 3 hari.
Inilah sebagian persahabatan yang tidak berlandaskan keimanan kepada Allah, bahkan sebagian kita  tanpa malu bermaksiat dihadapan Allah karena sahabat. Yang akan menyebabkan perdebatan dan pertengkaran kelak di akhirat. Kenapa dahulu kamu mengajak saya untuk bermaksiat kepada Allah? Kamu lah yang pantas mendapatkan siksa dari Allah.
Kita semua menginginkan agar yang mengantarkan jenazah kita kelak adalah orang yang beriman,ahli ibadah,yang akan mendoakan kebaikan kepada kita, maka  bersahabatlah dengan orang mukmin yang mengajak kita kepada kebaikan . Siapakah sahabat kita??semoga kita mendapat sahabat yang sholeh yang mengingatkan dikala kita lalai, dan memotivasi kita untuk selalu berbuat kebaikan.
Jika kita dekat dengan ahli ibadah maka ahli maksiat akan menjauhi kita , begitu sebaiknya saat kita dekat dengan ahli maksiat maka ahli ibadah akan menjauhi kita.